Sistem Manajemen Konten – WordPress Vs Joomla

Diposting pada

Sistem Manajemen Konten (CMS) adalah aplikasi komputer yang memungkinkan penerbitan, pengeditan, modifikasi, pengorganisasian, penghapusan, dan pemeliharaan konten dari antarmuka pusat. Program perangkat lunak sumber terbuka paling terkenal untuk membuat situs web adalah WordPress dan Joomla. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tetapi mana yang terbaik?

Sistem manajemen konten: WordPress

WordPress dirilis pada tahun 2003 oleh Matt Mullenweg. Saat ini ada 74,6 juta situs web yang berjalan di platform ini. Ini adalah platform gratis dan paling baik digunakan untuk situs web sederhana, seperti blogging harian dan situs web berita. WordPress hadir dengan penginstalan 5 menit. Ini memiliki antarmuka yang sangat mudah digunakan dan ini memudahkan pengguna baru untuk memulai dengan situs web mereka. WordPress memungkinkan pengguna untuk mengubah tampilan situs mereka menggunakan tema. Ada lebih dari 3.000 tema gratis dan lebih dari 36.000 plugin gratis, menjadikan WordPress sangat populer. WordPress memiliki komunitas pengguna yang kuat dan Anda dapat menemukan bantuan di forum dukungan resmi, dokumen, dan buku pegangan.

Keuntungan:

• Ramah Pengguna – Pengalaman teknis tidak diperlukan;

• Integrasi SEO – Banyak plugin SEO untuk membantu Anda mengoptimalkan konten;

• Situs Responsif – Konten Anda konsisten dan dapat digunakan di semua perangkat;

• Dukungan hebat – WordPress memiliki semua jawaban untuk setiap masalah yang mungkin Anda temui saat menggunakan platform.

Kekurangan:

• Keamanan – WordPress adalah target para peretas dan rentan terhadap serangan;

• Pembaruan – WordPress merilis pembaruan sistem yang baik untuk dirinya sendiri, tetapi pembaruan mereka mungkin membahayakan daripada meningkatkan situs web Anda;

• Kecepatan – Situs WordPress berisi banyak kode umum yang tidak diperlukan untuk setiap situs web, sehingga pemuatan situs web menjadi lebih lambat.

Sistem manajemen konten: Joomla

Joomla dibuat pada tahun 2005 dari Mambo. Saat ini ada 2,8 juta situs web yang dijalankan oleh Joomla. Ini juga merupakan platform gratis yang mendukung eCommerce, jejaring sosial, dan lainnya. Pemasangan Joomla mungkin tidak secepat WordPress, tetapi tidak lebih dari 10 menit. Ini dianggap lebih maju dari WordPress dalam penggunaan. Ada lebih sedikit pilihan untuk kustomisasi gratis di sini; lebih dari 1000 tema gratis dan lebih dari 5000 plugin gratis. Joomla, seperti halnya WordPress memiliki komunitas yang besar. Ada dokumentasi utama di situs web Joomla, yang merupakan sumber daya berharga bagi pemula.

Keuntungan:

• Kuat – Antarmukanya kuat, tetapi juga ramah pengguna;

• eCommerce – Ekstensi yang tersedia untuk eCommerce, yang memungkinkan untuk mengelola produk dan konten Anda di satu tempat;

• Komunitas Pengembang – Keuntungan memiliki komunitas yang lebih kuat;

• Ekstensi – Lima kategori ekstensi yang bervariasi untuk meningkatkan konten situs (plugin, komponen, modul, templat, dan bahasa).

Kekurangan:

• Pasar Modul Kecil – Joomla memiliki pasar yang jauh lebih terbatas untuk modul dan add-on tambahan daripada WordPress;

• Kompatibilitas Plugin – Mungkin ada masalah kompatibilitas yang membuat frustrasi antara beberapa plugin.



Source by Maria Williams

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *