Bagaimana Memanfaatkan Teknologi Blockchain untuk E-Commerce

Diposting pada

Apa itu Teknologi Blockchain?

Blockchain adalah buku besar publik digital terdesentralisasi untuk melacak transaksi ekonomi. Ini dirancang untuk mencatat tidak hanya transaksi keuangan tetapi semua yang ada di dalamnya. Fitur terbaik dari Blockchain adalah memungkinkan untuk melihat kepemilikan pengguna dan transaksi yang telah mereka lakukan melalui sistem secara publik.

Selain itu, ini juga menyembunyikan identitas pengguna melalui kriptografi yang kuat. Dekripsi kode kriptografi membutuhkan perhitungan yang panjang dan menantang, sehingga menjadikannya cara paling aman untuk bertransaksi uang.

Tantangan di Sektor e-commerce

Teknologi Blockchain mengubah industri e-niaga dengan mendesentralisasikan kontrol dan memotong keberadaan perantara dari lanskap. Namun, sebelum menjelajahi potensi teknologi Blockchain untuk industri e-niaga, mari kita gali tantangan saat ini yang dihadapi industri e-niaga.

  • Biaya Tinggi- Salah satu masalah utama penjual dalam model bisnis e-niaga tradisional adalah keterlibatan perantara, yang mengambil sebagian besar uang untuk setiap pembelian. Penjual harus membayar biaya pemrosesan transaksi untuk penyelesaian setiap transaksi.
  • Keamanan Tidak Pasti- Perlindungan data pembeli adalah perhatian utama lainnya untuk jenis bisnis ini. Sistem perlu mendapatkan kepercayaan dari pelanggan mereka dan harus meyakinkan mereka bahwa data pribadi dan keuangan mereka aman. Keadaan industri e-niaga saat ini gagal memberikan keamanan yang sangat mudah bagi pengguna.
  • Memakan waktu- Model e-niaga mencakup serangkaian operasi seperti rantai pasokan, logistik, gateway pembayaran, dll. Untuk mengelola semua operasi ini, industri e-niaga harus berurusan dengan perantara ini setiap hari. Ini menghabiskan banyak waktu untuk menyelesaikan seluruh proses.

Bagaimana Blockchain akan Mendorong Industri e-niaga di Masa Depan

Teknologi blockchain untuk e-commerce sedang booming tidak hanya untuk penjual tetapi juga untuk pembeli. Beberapa tantangan yang dapat diatasi dengan memperkenalkan Blockchain di industri e-commerce adalah sebagai berikut:

  • Pengurangan biaya- Dengan Blockchain, industri e-commerce dapat mengandalkan teknologi Blockchain untuk mengelola inventaris, pemrosesan pembayaran, database produk, dan aktivitas bisnis lainnya. Hal ini mengakibatkan pengeluaran yang lebih sedikit untuk memelihara sistem atau menyewa tim dukungan TI untuk memeliharanya. Cryptocurrency seperti Bitcoin, Ripple, dll. Akan memangkas biaya yang dikenakan oleh lembaga pihak ketiga seperti bank selama transaksi.
  • Ancaman Cyber- Meskipun menggunakan jaringan transaksi yang aman, industri e-commerce selalu berisiko kehilangan data dan uang pelanggan karena serangan siber yang tidak diinginkan. Teknologi blockchain adalah solusi sempurna untuk mengatasi tantangan ini. Ini memberikan tingkat keamanan tertinggi dengan menggunakan buku besar terdistribusi untuk mengelola sistem manajemen basis data e-niaga.
  • Pemrosesan cepat- Teknologi blockchain untuk e-commerce menghilangkan ketergantungan perantara, tenaga kerja, dan organisasi pihak ketiga dari model e-commerce. Ini menghemat banyak waktu yang dikonsumsi dalam keseluruhan proses mulai dari pengelolaan inventaris, hingga penempatan pemesanan hingga pengiriman di depan pintu pengguna.

Kesimpulan

Tantangan ini telah mengganggu para penjual sejak awal. Dengan demikian, mengintegrasikan Teknologi Blockchain ke sektor e-commerce pasti bisa menjadi ide yang bagus untuk keseluruhan sistem. Di sinilah kebutuhan akan teknologi Blockchain untuk industri e-commerce yang mampu menyelesaikan semua tantangan sendirian.

Banyak perusahaan e-commerce sudah mulai berinvestasi dalam teknologi Blockchain untuk menjalankan bisnis mereka dengan lancar. Tidak lama lagi teknologi Blockchain akan menembus seluruh industri e-commerce.



Source by Shefali Deshwali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *