5 Cara Menyetujui Akun Google AdSense Anda dengan Cepat

Diposting pada

Saat ini, mendapatkan persetujuan akun AdSense menjadi sangat sulit. Itu tidak terjadi tiga sampai empat tahun yang lalu ketika kami bisa mendapatkan akun AdSense disetujui dengan blog gratis bahkan dibuat di blogger.com. Jadi hari ini’ saya akan menyarankan 5 tips yang akan membantu Anda mendapatkan persetujuan akun GA Anda dengan sangat cepat:

1. Terapkan dengan domain milik Anda
Anda harus memiliki nama domain sendiri saat mengajukan akun penerbit dengan GA. Anda dapat melihat lebih banyak manfaat memiliki nama domain sendiri dibandingkan dengan domain gratis di sini.

2. Menyediakan konten berkualitas
Selalu berikan konten berkualitas di blog Anda dan jangan pernah berpikir untuk menyalin konten dari situs web dan blog lain karena tidak ada yang menyukai blog copy paste seperti Google. Pastikan juga bahwa konten di blog Anda sesuai dengan kebijakan GA. Anda harus mempublikasikan setidaknya 30-40 artikel di blog Anda sebelum mengajukan permohonan Google AdSense. Jika Anda mendaftar dengan blog dengan 3-4 posting saja, kemungkinan persetujuan akun GA Anda sangat rendah.

3. Usia Domain Penting
Usia domain juga memainkan peran besar ketika Anda berpikir untuk mengajukan akun dengan GA. Anda harus mengajukan permohonan akun AdSense dengan blog paling populer dan berumur. Peluang Anda untuk diterima dalam program bagi hasil Google AdSense menjadi sangat tinggi jika Anda mendaftar dengan domain yang berusia lebih dari 6 bulan.

4. Blog lalu lintas bagus
Banyak blog yang ditolak karena tidak memiliki lalu lintas yang nyata. Jadi peluang blog Anda untuk diterima di AdSense jarang terjadi jika blog yang Anda lamar tidak memiliki jumlah lalu lintas yang layak.

5. Beberapa masalah lain
Anda harus menggunakan alamat email dan nama yang valid saat mengajukan permohonan akun AdSense. Dengan ini, blog Anda harus memiliki tema yang terlihat profesional dan tidak boleh mengandung tautan yang rusak, halaman yang sedang dibuat, HTML, atau kesalahan tata bahasa.



Source by Anil Garg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *